First rules first!

Hi everyone! Terima kasih sudah mengunjungi situs ini :) saya masih akan bicara mengenai beberapa hal yang ditanyakan orang terus menerus kepada saya, yaitu kehamilan. Faktanya, saya dan suami menggunakan program natural untuk mencapai kehamilan ini, dan lama kami menjalani program ini sekitar 3 bulan lamanya. Puji Tuhan, di bulan ketiga kami mendapat kabar membahagiakan ini. Sebelum bicara lebih dalam mengenai apa yang saya jalani dan programnya bagaimana, mungkin saya akan menjelaskan lebih simple mengenai hal alami yang saya lakukan sebelum akhirnya memperoleh kehamilan. 

Oke, langsung saja, saya adalah orang yang sangat percaya dengan usaha, dan saya yakin usaha itu pasti membuahkan hasil. Saya percaya semakin banyak informasi yang saya peroleh, semakin cakap saya bisa memilah yang mana yang pas, dan yang mana yang harus dieliminasi. Beberapa hal di bawah adalah yang saya coba dan akhirnya membuahkan hasil yang baik, ini dia..

1. Lemon Shot.

Lemon memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh, kandungan Vitamin C, alkali, potassium dan banyak nutrisi lain. Tapi yang menjadi perhatian saya adalah manfaat antioksidan dari lemon yang bisa digunakan untuk detoksifikasi. Dalam memastikan tubuh saya sehat untuk kehamilan, saya harus membuang hal-hal buruk yang mengendap di dalam tubuh. Saya minum perasan air lemon setiap pagi (dengan perut kosong, sebelum makan apapun) dengan sedikit air hangat. Tidak perlu banyak-banyak 1/4 atau 1/2 lemon, diperas dan dicampur dengan air 1/8 gelas. Suami saya selalu menambahkan madu sedikit di dalamnya, karena ia kurang suka rasa asam. Tentunya anda dan suami pasti bisa melakukan rutinitas sederhana ini setiap pagi.

2. Body Scrub.

Masih dalam rangka detoksifikasi. Salah satu detoksifikasi sederhana yang semua orang bisa lakukan adalah dengan rutin melakukan body scrub 2 kali seminggu. Kulit adalah tempat pertama seluruh hal-hal buruk dari dalam tubuh keluar, jadi alangkah baiknya kalau kita rutin membersihkan sel kulit mati yang sering menempel di tubuh untuk benar-benar memastikan seluruh racun di dalam tubuh tidak mengendap. 

3. Cutting Out Sugar.

Nah masuk ke menu diet! Sebelum kami program, saya dan suami melakukan beberapa pengecekan (akan saya jelaskan di kesempatan lain). Yang saya dapati adalah kondisi telur saya kurang prima untuk dibuahi. Kemudian saya mencari tahu banyak hal, dan yang saya temukan adalah gula memiliki efek buruk pada pembentukan sel telur. Maka dari itu, saya berhenti mengonsumsi gula dalam bentuk apapun, dan mengandalkan buah untuk asupan gula baik yang masuk ke dalam tubuh saya. Say NO to those thai teas, cakes, candies, and cookies!

4. Gluten-Free Life.

Meskipun belum ada riset yang benar-benar membuktikan bahwa diet gluten free bisa memperbaiki fertilitas, tetapi banyak ahli kesehatan yang setuju bahwa ada hubungan erat antara intoleransi gluten (celiac disease) dengan infertilitas. Maka dari itu saya berpikir, going gluten free would do me good. Bagaimana caranya? Tidak mengonsumsi apapun yang mengandung tepung, seperti roti, kue, mie, kerupuk dan hal sejenis lainnya. It will be tough at first, but you'll get used to it.

5. Milk and Honey.

Yang satu ini bisa ditiru bisa juga tidak. Sebelum saya hamil, saya memiliki BMI (body mass index) sekitar 18-19, dan untuk memiliki kehamilan yang sehat dikatakan harus memiiliki BMI minimal 20. Jadi saya mencoba untuk meninggalkan gaya hidup lama saya (yang penuh dengan diet) dan mengadopsi gaya hidup sehat. Setiap malam saya minum susu segar 1 gelas. Dan sebelum tidur saya minum satu sendok madu yang mengandung royal jelly

6. Welcome Back Carnivorous Me! 

Sempat saya jelaskan di salah satu artikel bahwa tidak semua orang cocok dengan gaya hidup vegetarian. Dan saya adalah salah satunya, setelah melewati proses check up saya mendapati banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh saya ternyata tidak terpenuhi dengan gaya hidup yang selama ini saya jalani. Maka saya dari itu saya mulai kembali memakan daging, bukan karena saya tidak mencintai binatang (ataupun lingkungan) tetapi karena alasan medis. Karena memang faktanya protein dan lemak banyak gunanya untuk pembentukan hormon estrogen dan sel telur yang baik.

7. Major Change in Fitness Regime.

My so-called healthy lifestyle went a little too far, inilah yang coba saya perbaiki setelah saya banyak salah kaprah mengenai kesehatan selama ini. Dulu saya bisa menghabiskan minimal 2,5 jam di gym untuk berlatih. Kok bisa? Saya menghabiskan 30 menit pemanasan, 1,5 jam latihan kardio dengan berlari di atas treadmill (dan bisa membakar 300 kalori lebih dengan 7-8 km/jam) kemudian saya habis kan 20-30 menit latihan beban. Dan ini semua saya lakukan 4-5 kali seminggu, tentunya semua ini BERLEBIHAN. Karena saya bukan atlet, saya tidak berlatih untuk marathon. Setelah berkonsultasi dengan dokter, yang saya perlu lakukan adalah menambah jumlah latihan perminggu, dan mempersingkat waktu latihan. Saya hanya boleh latihan maksimal 30-45 menit, tapi latihan boleh dilakukan setiap hari, tanpa hari rehat. Awalnya sulit ketika harus berhenti sebelum berkeringat, tapi lambat laun saya mulai terbiasa :) latihan lebih keras bukan berarti lebih baik. Tubuh membutuhkan waktu untuk pulih dari latihan fisik, Dan yang paling penting harus diingat bahwa lemak memiliki kaitan erat dengan hormon, untuk menghilangkan lemak sepenuhnya dari tubuh juga bukanlah hal baik.


Ya, mungkin ini beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mempersiapkan tubuh untuk kehamilan. Tentunya masih banyak lainnya yang saya lakukan, yakni menambah flax seeds ke dalam menu sehari-hari rutin mengonsumsi sayuran yang mengandung zat besi tinggi seperti bayam dan brokoli. Tidak lupa saya juga mengurangi konsumsi alkohol baik diminum maupun di dalam masakan. There you go, simple things to eliminate and to add into your daily life to prepare yourself for motherhood. Sampai ketemu di post lainnya, XOXO!



The Calling to be a Mother