Negativity Go Away!

Hi people! Kali ini ingin sharing sedikit mengenai apa yang saat ini sedang saya jalani. Jadi.. saya baru tahu belakangan ini bahwa saya adalah Emotional Sponge. Apa itu Emotional Sponge? Emotional Sponge adalah seseorang yang dengan mudah memberikan empati kepada perasaan apapun dari orang lain. Sama halnya dengan sponge yang menyerap air, sebagai individu, saya adalah orang yang mudah menyerap perasaan yang sedang dirasakan oleh orang di sekeliling saya. Bukan hanya perasaan bahagia, tapi juga perasaan sedih, marah, iri, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. I'm an empath, artinya saya memiliki empati tinggi terhadap perasaan orang lain dan memilih untuk meringankan perasaan mereka, dengan turut merasakan hal yang sama.

Sebagai seseorang yang memiliki kecenderungan seperti ini, tentu hal yang seharusnya dilakukan adalah melemparkan kegundahan ini ke tempatnya. Tapi bagi seorang introvert, ini bukan perkara mudah. Saya sudah terbiasa dijadikan tempat untuk mengadu seluruh teman-teman saya ketika mereka mempunyai masalah, dan saya menyukai hal ini. Saya anggap ini sebagai penghargaan akan kemampuan saya untuk menganalisa masalah sosial, dan membuat teman-teman saya mampu berpikir jernih sebelum membuat keputusan.

Tentunya banyak hal positif yang bisa dilakukan oleh seorang empath, baik itu menjadi pendengar yang baik, mencari solusi untuk masalah sulit, hingga menjadi tempat berlari orang-orang sakit hati. Akan tetapi, kesulitan yang saya alami sebagai empath seringkali membuat saya stres. Jika diibaratkan, ketika ada orang yang melemparkan "sampah" kepada saya, saya tidak bisa melemparkan "sampah" ini kepada siapapun dan akhirnya mengendap dan menjadikan lingkungan bau. Jika hal ini terjadi, yang perlu saya lakukan sebenarnya adalah mendaur ulang "sampah" ini, dan menjadikannya kembali berguna untuk lingkungan. Bagaimana cara melakukannya? Nah coba saya jabarkan ya..

1. Quiet Alone Time

Kapanpun saya merasa begitu miris karena energi negatif di sekeliling saya, saya coba untuk benar-benar menyendiri. Empaths (emotional sponge) memiliki kecenderungan untuk tidak bisa merasa nyaman di dalam crowd. Saya rasa ini karena kebiasaan menyerap energi, dan dalam kerumunan orang empaths akan merasa seperti kekurangan oksigen. Di dalam kesendirian biasanya saya akan coba mengkomunikasikan banyak hal kepada diri saya. Salah satu hal yang paling sering saya tekankan dan saya ulang adalah keadaan saya yang aman dan nyaman. Saya kembali meyakinkan pada diri saya bahwa saya tidak apa-apa, tidak kekurangan apapun, semua sudah cukup, saya sudah cukup, satu-satunya hal yang perlu dilakukan adalah bersyukur. Dengan waktu sendiri, saya mudah untuk berkomunikasi lebih dalam dengan diri saya, dan mendengarkan perasaan saya yang terdalam.

2. Meditation

Sebagai seorang yogi, saya mencoba untuk stay connected dengan jiwa saya. Bagi para praktisi yoga, pasti paham betul bahwa yoga tidak hanya dilakukan saat anda di atas mat saja, tetapi juga continuously di dalam apapun yang kita jalani tiap hari. Meditasi yang saya lakukan setiap hari tidak panjang, hanya 15-20 menit saja. Tetapi dengan fokus kepada keadaan diri sendiri, dan waktu, dan tempat saya berada, ini membuat saya paham bahwa kehidupan selalu lengkap dengan limitasi. Jika anda baru pertama kali mau mencoba meditasi, cobalah duduk di dalam keheningan, dengarkan lagu yang mengalun, coba untuk mengatur nafas secara seksama, dan pahami betul keadaan saat itu. Hentikan semua pikiran yang masuk di kepala, dan fokus kepada nafas yang memberikan kehidupan. Stop berpikir tentang apa yang harus anda lakukan, apa yang sudah anda lakukan, tetapi jalani momen itu dengan bernafas secara betul-betul sadar. Sehingga kita hidup dalam "kesadaran" dunia yang terus berubah ini.

3. Block Any Negative Energy

Saya sangat percaya kepada kekuatan energi. Maka itu, cara untuk membuang semua energi negatif masih saya coba untuk kuasai. Menurut saya pribadi, kesulitan memblokir energi negatif ini makin menantang mengingat media sosial yang secara konstan membuat kita terhubung dengan banyak orang di luar sana. Nah, yang sudah saya lakukan sampai saat ini adalah mencoba berkomunikasi dengan semua orang dengan menggunakan hati. If it feels good, most probably it is the right connection. Saya mencoba untuk lebih percaya pada hati kecil saya, dan perasaan saya ketika berhubungan dengan siapapun. You just cannot escape the energy.

Jika masih bingung maksud saya apa, sebenarnya sesimple berhubungan dengan orang-orang yang menyebarkan energi positif, buatlah lingkaran anda sendiri. Buatlah diri anda bahagia. Jika anda seorang empaths seperti saya, berhubungan dengan orang yang pesimistik, depresif dan emosional setiap saat adalah sesuatu yang harus dijauhi. I've been trying to do this for the goodness of my soul. Coba kelilingi diri dengan orang-orang suportif yang selalu memancarkan energi terbaik mereka, serap energi yang terbaik untuk dapat memancarkan energi yang terang. Saya rasa tidak sulit untuk menemukan orang-orang seperti ini, cobalah cari lebih jeli! let your heart lead the way :)

Mungkin masih banyak hal yang perlu saya coba untuk lebih bisa menginspirasi banyak orang dengan menjadi sinar yang lebih terang lagi di dunia. Tapi hingga saat ini banyak cara yang sudah saya coba, dan mungkin beberapa cara ini juga cocok untuk anda. Now is the moment to be happy, you shall never wait for tomorrow! 

Public Speaking for Introverts
I Say YES to Solo Trip