Sometimes I talk about Love pt. 4

Memasuki tahun kelima pernikahan, saat ini saya merasa hubungan kita semakin mantap. Kami sepakat untuk berjalan bersama dan mewujudkan mimpi berdua sejak tahun 2013, dan perlahan-lahan mimpi kami mulai terwujud. Keajaiban memang ada.

Di hari Valentine di tahun 2018 ini, saya ingin mengambil momen ini untuk benar-benar bersyukur atas pasangan hidup saya, Aloysius Aldi Wiratsongko. Ketika banyak orang meragukan pasangannya, saya justru makin yakin saya telah bersama orang yang sangat cocok. Kami tumbuh bersama, kami dewasa bersama.

Suami saya penyabar dan pendengar yang baik. Dia tidak memaksa saya untuk menjadi istri yang meladeni, yang selalu di rumah menunggunya, yang selalu memasak makanan favoritnya. Tapi semua itu saya lakukan, karena saya mau, bukan karena tuntutan.

Hal yang membuat saya berulang kali jatuh cinta adalah pola pikirnya. Saya boleh bekerja dan bergaul tanpa batas. Karena menurutnya, perempuan punya hak untuk memilih hidup macam apa yang mereka inginkan. Saya boleh memutuskan kapan saya mau mengandung dan memiliki anak, karena menurutnya, perempuan punya hak penuh akan tubuhnya.

Ketika banyak pria di luar sana mencari-cari perempuan lain, dia berdiri di samping saya dan menjunjung hak-hak perempuan. Saya memiliki tonggak support yang luar biasa untuk berkarya semau saya. Cinta kami tidak sempurna, cinta kami punya banyak cela, tapi tiap saat kami berdua berusaha untuk memperbaiki cara kami mencintai. Kontrak untuk bersama seumur hidup telah kami tandatangani, sekarang tinggal kami jalani ☺ forever wouldn't be too long. 



Oil, oil and more oil!
Sometimes I talk about Love pt. 3